Showing posts with label mencoba jadi kritis. Show all posts
Showing posts with label mencoba jadi kritis. Show all posts

Thursday, 27 October 2011

Prihatin tingkat tinggi akan kondisi Indonesia saat ini. 
Coba lihat bagaimana keadaan Papua sekarang. Lihat kondisi masyarakat di perbatasan. 
Apa kasus Sipadan dan Linggitan masih belum menyadarkan mereka? 
Sekarang, ketika Papua terancam lepas kembali dari Indonesia, barulah keluar otonomi khusus. Ingin rasanya berteriak, TERLAMBAT. Tapi berteriak pada siapa? Menurut saya, adanya otonomi khusus bisa mendorong daerah-daerah lain untuk ikut memberontak; maksudnya, kalau Papua saja akhirnya mendapatkan apa yang mereka inginkan, kenapa mereka tidak? Saya pribadi juga pasti capek kalau terus-terusan mengungkapkan apa yang diinginkan, kalau terus meminta apa yang sebenarnya patut didapatkan dan tidak ada tanggapan apapun akan hal ini. 
Saya masih berharap akan datangnya pemerintahan yang dapat memperbaiki keadaan saat ini (ya, saya adalah salah satu orang yang nantinya akan ambil bagian secara konkret dalam kehidupan berbangsa dan bernegara) sehingga tiap orang dapat hidup dengan lebih layak. 
Masih banyak sekali hal yang perlu dibenahi; Lumpur Lapindo, masalah komodo, banyaknya situs yang perlu digali dan dirawat dengan baik, ribuan kebudayaan yang harus dilestarikan, KKN yang menggila, kondisi mengecewakan pendidikan anak-anak Indonesia, ketidakadilan dimana-mana, banyaknya kasus yang perlu diusut (penculikan mahasiswa pro demokrasi, pembunuhan Munir, penindaklanjutan akan pelanggaran berat Hak Asasi Manusia), tidak beresnya badan sensor Indonesia, rasisme dan pelanggaran akan kebebasan beragama dan berkepercayaan, isu akan terjadinya kerusuhan, dan masih banyak masalah yang tidak akan cukup disebutkan disini.  
Ingin rasanya melarikan diri dan berlagak buta tuli akan semua masalah ini. Tapi melarikan diri tidak akan menyelesaikan masalah. Sudah terlalu banyak orang yang melarikan diri, tidak bertanggungjawab akan apa yang sudah mereka lakukan. 
Masihkah tiap orang mempunyai hati nurani yang masih berfungsi, masihkah ada orang yang peduli akan nasib bangsa ini? Apa yang bisa dilakukan untuk mempersatukan kita semua, memajukan bangsa ini? 
Tak jarang saya merasa bahwa kemerdekaan yang selama ini digembar-gemborkan hanyalah sesuatu yang fiktif belaka. Kita masih berada dalam penjajahan yang lebih berbahaya karena penjajah ini mengancam pikiran dan hati kita. Mematikan kekritisan dan kepedulian. Saya merasa ada sekumpulan orang yang seperti 'tak sudi' masyarakat Indonesia pintar atau kritis. Seperti orang dari Lembaga Sensor Film, mereka menyensor adegan-adegan yang 'berbau seks' tanpa memikirkan untuk menyensor adegan kebodohan yang diumbar di banyak sekali film. Dengan adanya lembaga ini, saya berpendapat bahwa mereka sengaja tidak menyiapkan masyarakat untuk menjadi pintar. Ada kepentingan-kepentingan lain yang bersembunyi dibalik kepentingan 'menjaga moral dan susila bangsa,' kata Ayu Utami. Padahal tugas utama mereka adalah memotong adegan yang dianggap membawa pengaruh buruk bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Mereka tidak khawatir akan adegan-adegan kebodohan yang banyak disiarkan itu.  
Bagaimana masalah lumpur Lapindo yang sampai sekarang belum ada pemecahannya? Bagaimana dengan adanya wakil menteri dan tidak sesuainya posisi menteri karena mereka ditempatkan di bidang yang bukan merupakan spesialisasi mereka? Politik dagang sapi yang berperan dalam membentuk Indonesia masa kini. 
Bagaimana nasib para koruptor? Remisi yang terus-menerus, dan proses peradilan yang tidak adil dimata rakyat. Bandingkan dengan seorang nenek yang diadili karena memetik beberapa buah kakao dan dijatuhi hukuman penjara selama 1,5 bulan. Ia harus meminjam uang untuk pergi ke tempat pengadilan. Bayangkan juga akan masih adanya anak yang tidak dapat sekolah karena tidak mempunyai seragam. Bahkan di Ibukota banyak anak berseragam dan bersekolah tapi ia sebenarnya tidak begitu ingin bersekolah. Andaikan ada alat yang dapat mengukur kesungguhan dan tekad-ingin-maju seseorang. 
Berkacalah, Indonesia. Bermetamorfosislah dan berubahlah menjadi lebih baik. 

Wednesday, 19 October 2011

COUNT YOUR BLESSINGS*


dewasa ini gue menyadari suatu fakta yang terjadi terus-terusan, sebenernya fakta ini ada dari jaman dulu tapi baru gue sadari akhir-akhir ini. 


fakta apa itu?


FAKTA BAHWA ORANG SEMAKIN SEDIKIT YANG BERSYUKUR. 


bersyukur buat segalanya. okelah, gak segalanya juga. bersyukur buat hal-hal yang sederhana aja susah. sebagai pelajar, gue sering kali ngerasa nyesek dan dongkol. kenapa?  karena gue ini bukan termasuk anak dengan nilai tinggi, dan seringkali dapet jelek. nahh, sering tuh di pelajaran mate atau fisika dulu (dulu, soalnya sekarang gue anak IPS :D ) gue meratapi nilai gue yang cuma fa atau sol dan temen gue (yang entah jenius dari sononya atau cuma rajin belajar) yang emang nilainya selalu bagus-bagus ternyata juga lagi meratapi nilainya. 


karena adanya perasaan bahwa kita senasib, akhirnya gue menghampiri teman gue itu. setelah sejenak basa basi, gue tau kalau nilainya ternyata....8. enek banget gak sih? nilai lo delapan dan lo masih murung kayak gitu. 
STRES LO SEMUA. 


atau kalau ada temen yang sepik, ngomong "duhhh, gue gak bisa nih ngerjainnya!" atau ngomong "soalnya susah!" atau bahkan kalimat seperti ini, "gue kayaknya bisa remed nih..." setelah ulangan, tapi dapet nilai diatas 8. dalam hati gue cuma bisa memaki; fuck, bangke banget. 


apa mereka gak sadar masih banyak yang gak dapet sebagus mereka? apa mereka masih ngucapin syukur dalam hati, karena bisa mencapai nilai segitu? apa mereka inget buat ngehargain diri mereka sendri? itu hasil usaha lo, asal tau aja. 


nah itu baru satu contoh. contoh lainnya. di satu tempat kebanyakan remaja (cewek terutama) sibuk diet, makan cuma seuprit, demi bisa punya badan yang 'indah dipandang'. 


gak sedikit yang berlomba-lomba supaya bisa tampak sekurus model-model anoreksia yang selama ini ditampilkan di masyarakat. kalau memang dari asalnya bakat kurus ya gak masalah. yang jadi masalah adalah saat orang -baik sadar atau gak sadar- menginginkan bentuk badan yang tampaknya gak manusiawi itu secara berlebihan. 


mungkin kita lupa kalau SATU-SATUNYA HAL YANG PASTI DI DUNIA INI ADALAH KETIDAKPASTIAN.  


pendapat orang tentang lo akan selalu berbeda. menurut orang #1, lo kurus. orang #2 bilang lo ga kurus amat. #3 bilang lo punya timbunan lemak di sana sini dan itu jelek. berhenti terlalu mempersoalkan apa yang orang bilang tentang lo. berhenti menyiksa diri lo sendiri. 


"betis gue gede yah." "perut gue buncit nih." adalah sedikit dari apa yang cewek pikir tentang tubuh mereka sendiri. masih banyak anggota tubuh lain yang rasanya gak pas. tangan, pinggang, dan  paha yang besar. hidung yang pesek.  bibir yang tampak aneh. mata yang sipit atau belo. dan masih ada serentetan keluhan lainnya. 


yang gue pikirin, please deh, mikir sebelum berkomentar negatif akan tubuh kita sendiri. lo gak mungkin menyenangkan semua orang, gak mungkin bisa ngebuat semua orang suka sama lo. 


yang pertama dan terpenting, jadilah nyaman dengan diri lo sendiri. 


barulah orang akan ngerasa nyaman berada di sekitar lo. siapa sih yang suka deket orang yang kerjaannya ngeluh mulu, padahal yang mereka keluhkan kedengeran kurang masuk akal. helooo, lo udah kurus. stop memimpikan tubuh yang lebih kurus dan lebih kurus lagi. apa salahnya dengan jadi orang gemuk? oke, mungkin secara kesehatan orang gemuk rentan akan penyakit. tapi orang yang kekurusan juga rentan akan penyakit. 


hiduplah untuk menyenangkan orang lain dan semua akan menyukaimu, kecuali dirimu sendiri. 


pernah lo ngebayangin, berapa banyak orang yang pengen makan, pengen banget makan tapi gak bisa? sedangkan lo memilih buat menyisakan atau gak makan. 
pernah mikir orang yang gak punya tangan atau kaki, yang gak bisa  ngerasain apa enaknya punya kaki atau tangan? 


masih banyak hal yang perlu kita syukuri. terlalu banyak sampai rasanya gak bisa dihitung lagi. Jadi kapan kita mau mulai bersyukur sedikit demi sedikit? Hidup ini terlalu berharga buat dihabiskan dengan pikiran negatif. 




*judul diambil dari salah satu lagu band Bring Me The Horizon, Count Your Blessings. 









Wednesday, 5 October 2011

SAVING THE PLANET?

Whenever I read articles in newspapers or magazines written by politicians using global warming or the destruction of the environment for their electoral campaigns, I think:
How can we be so arrogant?
The planet is, was and always will be stronger than us.
We can’t destroy it; if we overstep the mark, the planet will simply erase us from its surface and carry on existing.
Why don’t they start talking about not letting the planet destroy us?
Because “Saving the planet” gives a sense of power, action and nobility.
Whereas “not letting the planet destroy us” might lead us to feelings of despair and impotence, and to a realisation of just how very limited our capabilities are.
Let’s be humble. Let’s respect Mother Earth because if She becomes furious with our behavior, we are in trouble.
Paulo Coelho. 


Thursday, 29 September 2011

COWOK GENTLE TERNYATA MASIH ADA (meski tampaknya sudah mendekati kepunahan) 


gue baru menyadari hal ini setelah bertemu dgn teman baik gue secara langsung. waktu itu kita mau nonton suatu acara di depan sarinah, dan dia, R1 nunggu di deket mesjid di deket rumah gue. mobilnya dan sopirnya ada di sebrang jalan, lalu kita nyebrang. waktu itu anginnya gede banget dan langit udah gelap; bakal ujan. bener aja, gak lama setelah kt masuk mobil dan menuju ke tebet, sekalian jemput temen R1, kita sebut temen itu R2. hahaha


R2 nunggu di deket DD di tebet dan gak lama setelah dia masuk, turun hujan rintik-rintik yang syahdu...gak ding, ujannya gede juga dan gak syahdu sama sekali hahaha pokoknya kita akhirnya sampe di jalan di bawah semacam flyover di deket GI alias grand indo. sampe di situ udah mau setengah 7 dan acaranya mulai jam 7. masih hujan. 


di jalan itu semua mobil stuck, bener-bener berhenti gak gerak sama sekali. motor aja bisa jalan tapi pelan-pelan. supir R1 dengan pede bilang kalo nungguin sampe mobilnya jalan, kita bakal sampe di depan sarinah itu jam 8. setelah mikir...akhirnya kita punya dua pilihan. pilihan pertama adalah naik busway. pilihan kedua adalah jalan kaki. hal pertama yang gue lakukan setelah keluar dari mobil adalah menggulung celana jadi kayak korban banjir. 


seru juga lho, jalan bertigaan, dan cuma ada dua payung jadi otomatis gue sama R1 dan R2 payungan sendiri. kita udah kayak bocah petualang hahaha tinggal bawa ransel, peta, dan satu monyet biru keunguan maka TARRAHH gue udah kayak dora the explorer. nah, rencana awal naik busway itu kandas ketika kita melihat di halte busway...antriannya panjang boo. dan busnya sendiri gak gerak di jalannya. udah deh, percuma aja kalo naik busway. pilihan naik busway dicoret. 


pilihan yang tersisa adalah....jalan kaki! lalu dengan langkah tegap dan gagah berani ketiga petualang ini memulai perjalanan dari sizzler sampai sarinah hahaha. begitu sampai di gi, hujannya berhenti. tebak apa yang terjadi kemudian deh. payung R1 ga bisa ditutup. mati banget ga sih? dengan amat terpaksa R1 bawa-bawa payung yang tetep terbuka meski ga ujan. 


dengan rasa keki yang memuncak R1 dan R2 berusaha keras bikin payung itu tertutup. pas mereka lagi napsu mau nutup payung gede itu....KREK. kerangkanya patah. akhirnya R1 dan R2 matahin semua kerangka payung itu (sangking annoyingnya) dan ngebuang payung itu gitu aja di pinggir jalan. habis itu kita ngakak bareng, habis gelo sih, buang-buang payung hahaha 


sebenernya gue termasuk orang yang suka kebersihan (ya gitu deh :p) jadi rada gak setuju kalo payung itu dibuang gitu aja hahaha cuma apa boleh buat, gak mungkin bawa2 payung yang udah gak berbentuk itu ke gedung acara. 


nah, akhirnya setelah melewati lembah dan gunung, jurang dan ngarai (lebay banget ya) kita sampe di gedung tpt acara di depan sarinah itu, jam 7 mepet. hahaha sementara orang-orang lainnya dateng dengan kerennya pakai mobil, kita jalan kaki (dan gue bangga, entah kenapa :D) 


Satu hal yang gue peratiin selama perjalanan singkat ini adalah R1 DAN R2 sama-sama gentlemen. kenapa??
1. R1 mayungin gue sepanjang perjalanan, bahkan sampai menyesuaikan jalannya sama gue supaya gue ga kehujanan. manis banget ga sih? 
2. R1 tau gue gak bisa nyebrang, dan dia nyebrangin gue. hampir setiap kali nyebrang, R1 dan R2 ngapit gue, jadi gue selalu ada di tengah ketika nyebrang. 
kalo R1 ada di kiri gue, maka R2 akan ngambil posisi di kanan, dan begitu sebaliknya. gak kok, kita gak berdiri berdempetan gitu, tapi tetep aja kan, itu bentuk perhatian yang oke menurut gue. 


Perlu diketahui, R1 dan R2 berjenis kelamin laki-laki. sementara gue perempuan. dan rasanya, enak jalan sama mereka karena adanya rasa aman. mereka bisa bikin org ngerasa santai, nyaman deh. INI NAMANYA COWOK GENTLE. dari tindakan-tindakan sederhana, mereka bisa bikin gue berharap akan menemukan lebih banyak cowok gentle. yeahhh. wahai cowok-cowok, hargailah cewek dan jadilah gentleman! ;D




perhatian. ini hanya curahan pikiran gue aja. ingat itu!

Saturday, 9 April 2011


Hi, Mommy. I’m your baby. You don’t know me yet, I’m only a few
weeks old. You’re going to find out about me soon, though, I promise.
Let me tell you some things about me. My name is John, and I’ve got
beautiful brown eyes and black hair. Well, I don’t have it yet, but I
will when I’m born. I’m going to be your only child, and you’ll call me
your one and only. I’m going to grow up without a daddy mostly, but we have each other. We’ll help each other, and love each other. I want to be a doctor when I grow up.

You found out about me today, Mommy! You were so excited, you couldn’t wait to tell everyone. All you could do all day was smile, and life was perfect. You have a beautiful smile, Mommy. It will be the first face I will see in my life, and it will be the best thing I see in my life. I know it already.

Today was the day you told Daddy. You were so excited to tell him about me! …He wasn’t happy, Mommy. He kind of got angry. I don’t think that you noticed, but he did. He started to talk about something called wedlock, and money, and bills, and stuff I don’t think I understand yet. You were still happy, though, so it was okay. Then he did something scary, Mommy. He hit you. I could feel you fall backward, and your hands flying up to protect me. I was okay… but I was very sad for you. You were crying then, Mommy. That’s a sound I don’t like. It doesn’t make me feel good. It made me cry, too. He said sorry after, and he hugged you again. You forgave him, Mommy, but I’m not sure if I do. It wasn’t right. You say he loves you… why would he hurt you? I don’t like it, Mommy.

Finally, you can see me! Your stomach is a little bit bigger, and
you’re so proud of me! You went out with your mommy to buy new clothes,and you were so so so happy. You sing to me, too. You have the most beautiful voice in the whole wide world. When you sing is when I’m happiest. And you talk to me, and I feel safe. So safe. You just wait and see, Mommy. When I am born I will be perfect just for you. I will make you proud, and I will love you with all of my heart.

I can move my hands and feet now, Mommy. I do it because you put your hands on your belly to feel me, and I giggle. You giggle, too. I love you, Mommy.

Daddy came to see you today, Mommy. I got really scared. He was acting funny and he wasn’t talking right. He said he didn’t want you. I don’t know why, but that’s what he said. And he hit you again. I got angry, Mommy. When I grow up I promise I won’t let you get hurt! I promise to protect you. Daddy is bad. I don’t care if you think that he is a good person, I think he’s bad. But he hit you, and he said he didn’t want us. He doesn’t like me. Why doesn’t he like me, Mommy?
You didn’t talk to me tonight, Mommy. Is everything okay?
It’s been three days since you saw Daddy. You haven’t talked to me or touched me or anything since that. Don’t you still love me, Mommy? I still love you. I think you feel sad. The only time I feel you is when you sleep. You sleep funny, kind of curled up on your side. And you hug me with your arms, and I feel safe and warm again. Why don’t you do that when you’re awake, any more?
I’m 21 weeks old today, Mommy. Aren’t you proud of me? We’re going
somewhere today, and it’s somewhere new. I’m excited. It looks like a
hospital, too. I want to be a doctor when I grow up, Mommy. Did I tell you that? I hope you’re as excited as I am. I can’t wait.

…Mommy, I’m getting scared. Your heart is still beating, but I don’t
know what you are thinking. The doctor is talking to you. I think
something’s going to happen soon. I’m really, really, really scared,
Mommy. Please tell me you love me. Then I will feel safe again. I love
you!

Mommy, what are they doing to me!? It hurts! Please make them stop! It feels bad! Please, Mommy, please please help me! Make them stop!

Don’t worry Mommy, I’m safe. I’m in heaven with the angels now. They told me what you did, and they said it’s called an abortion.

Why, Mommy? Why did you do it? Don’t you love me any more? Why did you get rid of me? I’m really, really, really sorry if I did something
wrong, Mommy. I love you, Mommy! I love you with all of my heart. Why don’t you love me? What did I do to deserve what they did to me? I want to live, Mommy! Please! It really, really hurts to see you not care about me, and not talk to me. Didn’t I love you enough? Please say you’ll keep me, Mommy! I want to live smile and watch the clouds and see your face and grow up and be a doctor. I don’t want to be here, I want you to love me again! I’m really really really sorry if I did something wrong. I love you!

I love you, Mommy.






Every abortion is just…

One more heart that was stopped.
Two more eyes that will never see.
Two more hands that will never touch.
Two more legs that will never run.
One more mouth that will never speak.



Totally againts abortion. This made me cry, really. Scary.
Ladies, if you dont want a baby, dont have sex. Have sex means that you're ready for a baby, no matter what. Gentlemen, take your responsibility and let your girlfriend/wanna-be-mom take care of the baby. 

STOP VIOLENCE, STOP ABORTION!! 

Thursday, 7 April 2011

Somehow, I HATE ENGLISH since I'm in high school. I use English now because my English suck -hu uh, SUCK- so i'm on my way to make it better -__-
I'm thinking to join a speech competition, English speech competition actually, AND I CAN'T SPEAK ENGLISH. THAT'S THE MAIN PROBLEM. no, no, no, no, I don't speak English often, I never join an English competition -oh, an English wall magazine competition, once when I'm in junior high school- and then....nope, I never join any English competition. until now, I think. 


Why i want to join the speech contest? 
BECAUSE 20 STUDENTS FROM INDONESIA CAN GO TO THE B4E (BUSINESS FOR THE ENVIRONMENT) CONFERENCE IN SHANGRI-LA HOTEL, 27-30 APRIL IN JAKARTA. AND ALSO LEARN HOW TO USE SOCIAL NETWORKS SUCH AS BLOGS, FACEBOOK, AND TWITTER TO TELL PEOPLE AND ACT TO STOP VIOLENCE TO OUR DEAREST MOTHER EARTH. AND THOSE STUDENTS CAN INTERVIEW AL GORE, NADYA HUTAGALUNG, AND MICHELLE YEOH. WHAT. A. PRIZE. OMG, OMG, OMG, I WANT TO MEET THEM!!


ONE STUDENT CAN GO TO LONDON, ENGLAND, TO ANOTHER ENVIRONMENT CONFERENCE. WHOAAAAAAA. 


Hello, people, I WANT TO JOIN THAT KIND OF CONTEST. But what can I do? okay, I'm on my way to write that speech, with horrible grammar and structure. BUT WHO CARES? 


For the first time on my life, I have something worth fighting for. I WILL FIGHT FOR THIS BELOVED EARTH. MY, OUR BELOVED EARTH. no matter what, I will try. Actually, I already tried. by making this blog. think about this, can you live without nature? can we live without Earth? but what we did...yeah, it was a big, big, big, mistake. we are human who act like animals. in some cases, we are definately animal itself. or maybe lower than animal. *ugh, sick of myself* 


well. i guess i just wrote a speech. and I don't realise it at all.  yay hahaha nope, this is not a speech, actually. this can't be a speech. it's just my opinion. anybody care to join me fight for Earth? please tell me and read goddess-of-the-sea.blogspot.com so we can fight together. 


In the end, stay blessed, pray, smile :D
God bless you all



Wednesday, 30 March 2011

GAIRAH SANG DALANG

diambil dari majalah Reader's Digest bulan April 2011
oleh PRIATMOJO DJANOE, mengobrol dengan SUJIWO TEJO; dalang, penulis, penyanyi, bahkan sutradara.


RDI   :   Lakon wayang apa yang paling berkesan bagi Anda?
ST    :   Pandawa Dadu. Ceritanya, Yudistira -salah seorang Pandawa- kalah main judi dengan Duryudana -salah satu Kurawa- sehingga Drupadi, istri Yudistira harus rela ditelanjangi Duryudana. Bhisma, kakek Pandawa dan Kurawa, adalah orang yang sangat sakti, tetapi dia tidak melakukan apa-apa melihat Drupadi dilecehkan begitu rupa oleh Kurawa. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang laki-laki yang tidak membela seorang perempuan yangsedang dihina di depan umum, di mata saya dia sudah mati saat itu juga.

RDI   :   Anda orang yang relijius?
ST    :   Nggak tahu, ya. Tetapi saya lagi mengusulkan, kalau orang yang menanyakan agama orang lain apa, dia dikenakan pasal perbuatan yang tidak menyenangkan. Bagi saya, begitu seseorang sudah mengakui agamanya apa, ibaratnya seperti orang yang sudah meraih gelar doktor. Dia jadi malas belajar lagi. Lebih baik tidak usah gembar-gembor, tidak perlu tertulis di KTP, tetapi cukup dari kegiatan beribadahnya saja kita tahu agama apa yang seseorang anut. Saya jadi takut membayangkan, satu hari nanti umat beragama menjadi sangat ekstrem, dan sapaan apa kabar tiba-tiba berubah menjadi, "Halo, agamamu apa?"

RDI    :    Contohnya?
ST     :    Saya melihat banyak sekali undang-undang (UU) di negara kita yang penjelasannya membingungkan dan tumpang tindih. Contohnya, UU Perlindungan Anak. Disebutkan, definisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18. Tetapi dalam UU Perkawinan dijelaskan bahwa seorang perempuan sudah boleh menikah ketika dia berumur 16. Tidak sinkron, kan? Kalau si pembuat undang-undang matematikanya bagus, dia paham bahwa ketika a=b, maka persamaan-persamaan lain yang mengandung unsur a, harus bisa disubstitusi dengan b. Ketika sudah ditentukan batasan usia anak 0-18, dia tidak akan membuat peraturan yang menjadikan seolah-olah negara ini membiarkan anak di bawah umur menikah.

RDI    :     Apa pengalaman mendalang yang paling memengaruhi kehidupan Anda?
ST      :      Pada 1994 saya menciptakan lakon Semar Mesem. Inti dari lakon itu, Semar bukanlah pemihak Pandawa, tetapi dia berpihak pada kebenaran. Saya berpendapat, setiap orang memiliki kebenaran dalam dirinya. Semar berpihak pada kebenaran, jadi dia mengabdi pada kedua pihak yang sedang bertikai, Kurawa dan Pandawa. Saya mendapat permintaan memainkan Semar Mesem dari mana-mana. Saya sadar, masih banyak orang yang merindukan kebenaran di negara ini.



Saya pribadi merasa bangga bisa berada dalam panggung yang sama dengan sang dalang. Waktu itu sekolah saya menggelar pementasan Punakawan, dan ia menjadi dalangnya. Meski hanya dalam waktu singkat kami berada sepanggung -saya hanya menjadi salah seorang penari Kecak yang hanya muncul sebentar saat itu- tapi sekarang saya baru sedikit paham akan pandangan-pandangannya.  Tetap berkarya!
bagian berwarna biru ini ditulis oleh pembuat blog.

Tuesday, 29 March 2011

ADA APA INI SEBENARNYA?????

 
1. Seorang murid SD di Sulawesi Selatan melapor ke polisi karena gurunya menggunting lidahnya. Guru perempuan itu, berkata kalau guntingnya bahkan tidak sampai ke wajahnya.
*pendapat : guru seharusnya tidak mengancam siswa dengan gunting. apalagi kalau sampai didekatkan ke wajah murid. apalagi kalau benar dia menggunting lidah muridnya. DIA PASTI BUKAN GURU. tapi masih belum diketahui siapa yang sebenarnya berbohong; anak itu atau si guru.

2. Nurdin Halid tidak bisa berhenti bicara saat suatu program di Metro TV. Saya sebut tidak bisa berhenti bicara dalam tanda kutip, karena ia terus-terusan memotong pembicaraan orang lain, dan tidak berhenti bahkan ketika diminta si pembawa acara.
*pendapat : haloo, plis deh, jangan lebay. respek sedikit sama orang lain yang lagi bicara, jangan main potong kalo orang lain lagi ngomong. kesannya nyolot gitu. serius deh. mana ngomongnya cepet banget lagi. sampai mereka yang ada di studio cengar-cengir sendiri karena dia nyerocoosss terus. beneran gak bisa disetopin. hayo, Nurdin, BELAJAR!!

3. Acara hipnotis Uya Memang Kuya dianggap haram untuk ditonton berdasarkan keputusan Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa-Madura.
*pendapat : yaa...kalau itu memang bertentangan dengan keyakinan mereka oke aja. tapi jangan sampai memaksa orang lain untuk mengikuti keyakinan mereka. hehe

saya cuma mencoba berpendapat. jangan salah paham kalau membaca ini, dan jangan tersinggung ya.
hidup kritis!